Blog

Deteksi Dini Kanker Serviks

 

Picture1

4 Februari diperingati sebagai Hari Kanker Dunia. Hari ini diperingati untuk menggalang perhatian seluruh masyarakat dunia untuk bersama-sama melawan kanker.
Kanker adalah salah satu penyakit yang ditakuti banyak orang karena bisa menimpa siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Namun bagi kaum wanita kanker serviks dan kanker payudara adalah salah satu kanker yang paling ditakuti. Kematian kanker serviks di Indonesia tergolong tinggi dan sebagian besar disebabkan oleh keterlambatan dalam diagnosis. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, prevalensi tumor/kanker di Indonesia adalah 1,4 per 1000 penduduk, atau sekitar 347.000 orang. Dimana kanker tertinggi pada perempuan adalah kanker payudara dan kanker leher rahim.

Menurut dr. Hendrivand, Sp. OG spesialis kandungan RSUD Pasar Minggu semua wanita dari berbagai usia berisiko terkena kanker serviks. Tapi, penyakit ini cenderung dialami wanita yang aktif secara seksual, termasuk wanita muda berusia 20-an  yang sudah aktif berhubungan seksual. Penyebab utama kanker serviks adalah virus HPV (human papillomavirus) yang ditularkan secara seksual

 

GEJALA KANKER SERVIKS

Picture2

Gambar : Tahapan kanker serviks

dr. Hendrivand, Sp, OG mengingatkan :“Kanker serviks pada tahap awal tidak memiliki gejala.” Gejala kanker serviks bisa ditandai dengan tanda tanda berikut :

1.  Keluar darah dari vagina

Pendarahan diluar siklus menstruasi, setelah menepouse, setelah BAB dan setelah berhubungan seksual  merupakan salah satu gejala awal kanker serviks .Namun demikian, pendarahan tersebut bisa saja terjadi karena hal lain, untuk memastikannya Anda dapat memeriksakan diri ke dokter.

2. Sakit pada bagian panggul

Nyeri di area panggul ketika memasuki masa haid mungkin hal biasa. Tetapi, kalau Anda merasakannya ketika melakukan hubungan seksual dengan pasangan, maka nyeri panggul yang Anda rasakan tidak normal dan bisa jadi gejala awal kanker serviks.

3. Keputihan yang tidak kunjung sembuh

Faktanya, keputihan adalah hal yang normal dan pasti dihasilkan vagina pada setiap wanita – kecuali bila mengalami suatu kondisi kesehatan tertentu. Namun, ada kalanya  keputihan yang dikeluarkan miss V itu tidak normal dan menunjukkan suatu gangguan kesehatan.Misalnya saja, jika cairan keputihan yang dikeluarkan miss V berbau menyengat dan beda dari biasanya, maka hal ini menandakan bahwa Anda mungkin mengalami suatu gangguan kesehatan. Tapi, jangan takut dulu, sebab keputihan yang tidak normal bisa disebabkan oleh

 

PENYEBAB KANKER SERVIKS

Ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan perempuan terkena kanker serviks. Namun penyebab utama kanker serviks  adalah  Human Papiloma Virus (HPV).

Picture3

Gambar : virus HPV

Virus HPV pada umumnya tersebar melalui hubungan seksual, dimana terjadi kontak langsung antara kulit kelamin, membran mukosa, atau pertukaran cairan tubuh, dan melalui seks oral. Setelah memulai hubungan seksual, diperkirakan terdapat 33 persen wanita akan terinfeksi HPV.

 

BAGAIMANA MENCEGAH KANKER SERVIKS ?

Picture4

Gambar : pemeriksaan pap smear

Salah satu cara pencegaan kanker serviks adalah melakukan pap smear secara berkala bagi wanita yang sudah aktif melakukan hubungan seksual . Pap smear merupakan sebuah tes yang dapat memeriksa keadaan sel-sel pada serviks (leher rahim) dan vagina. Pada pemeriksaan pap smear, dokter menggunakan alat bernama spekulum yang dimasukkan ke dalam mulut vagina untuk mengambil sampel sel pada serviks. Tes ini tidak memerlukan waktu yang lama, tes ini biasanya memakan waktu sekitar lima menit. Tes ini sebaiknya dilakukan setiap tiga tahun untuk wanita berusia 21 – 65 tahun. Untuk wanita berusia 30 – 65 tahun yang dinyatakan negatif mengidap HPV, disarankan melakukannya setiap tahun.

Selama prosedur, Anda tidak perlu tegang karena Anda tidak akan merasakan rasa sakit. Saat melakukan pap smear, dokter bisa juga mengkombinasikannya dengan tes human papillomavirus (HPV), khususnya untuk wanita berusia 30 tahun ke atas yang berisiko tinggi.

Bagi wanita yang sudah memasuki usia reproduksi atau belum melakukan hubungan seksual cara yang dapat dilakukan untuk mencegah kanker serviks adalah dengan melakukan vaksinisasi HPV. Disamping itu diperlukannya gaya hidup sehat seperti menerapkan pola makan sehat, berolahraga dan tidak merokok.

Meskipun demikian, jika anda sudah terdeteksi mengidap kanker serviks, maka ada beberapa metode pengobatan yang bisa dilakukan. Jika terdeteksi kanker serviks stadium awal, maka pengobatannya dilakukan dengan cara menghilangkan kanker serviks tersebut dengan cara dilakukan pembedahan, kemoterapi atau radioterapi.

dr hendrivand

             dr. Hendrivan, Sp. OG

Yuk, cegah kanker serviks sedini mungkin, dengan konsultasi dan memeriksaan diri kita ke dokter kandungan.
dr. Hendrivan, Sp.OG praktek setiap hari Selasa, Kamis (07.30 – 14.00) &  Sabtu (07.30 – 12.00). #rsudpasarminggu #spesialiskandungan #harikankersedunia
#kankerserviks

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *